RPJMDES

Proses penyusunan RPJM Desa Cermee sebagai pedoman program kerja pemerintah Desa Cermee ini dilakukan oleh lembaga-lembaga tingkat Desa dan seluruh warga masyarakat Cermee maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa adalah pedoman program kerja untuk masa lima tahun yang merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai di masa depan oleh segenap warga masyarakat Desa Cermee. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Cermee merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan Desa Cermee disebut juga sebagai Visi Desa Cermee.

1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

Kebijakan pembangunan desa yang hendak dicapai dalam 5 tahun ke depan meliputi 3 aspek mendasar, yaitu :

a. Peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat

Pelayanan kebutuhan dasar masyarakat yang diutamakan adalah dalam bidang pelayanan pendidikan dan kesehatan, seperti :

  1. Penyediaan sarana prasarana pendidikan .
  2. Pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat.
  3. Penyediaan sarana prasarana kesehatan , Revitalisasi MCK, sanitasi dan drainase rumah tangga
  4. Meningkatkan pelayanan kesehatan di tiap-tiap Posyandu, memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi RTM, Menyediakan tempat Polindes dan alat-alat kesehatan ibu, anak dan lansia.

b. Mengoptimalkan potensi pertanian

  1. Memanfaatkan lahan tidur yang ada dengan tanaman keras dan tumpangsari lainnya (polowijo). Upaya ini akan didukung melalui kerjasama pemerintahan desa.
  2. Mengurangi kehilangan debit air irigasi melalui perbaikan saluran dan bendung.
  3. Mengupayakan pupuk dan bibit murah (pupuk organik) dengan memanfaatkan limbah ternak yang ada.
  4. Perbaikan pola tanam, intensifikasi yang dibina oleh PPL Pertanian.

c. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan mikro

  1. Mengembangkan kelompok-kelompok simpan pinjam yang tersebar di tingkat dusun dan desa, terutama kelompok PKK
  2. Mengupayakan kerja sama dengan pemodal, pasar dan sumber bahan baku.
  3. Meningkatkan keterampilan usaha melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan.

2. Potensi dan Masalah

Potensi didapatkan dari pengolahan hasil musrembangdes, wawancara, dan observasi per-dusun. Berbagai data yang masuk kemudian direkap dan dipilah untuk ditarik sebagai potensi pembangunan Desa Cermee. Dari sini tergambar dan dapat teridentifikasi bahwa Desa Cermee memiliki potensi yang sangat besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sampai saat ini, potensi sumber daya yang ada belum benar-benar optimal diberdayakan. Hal ini terjadi dikarenakan belum teratasinya berbagai hambatan dan tantangan yang ada. Potensi yang dapat digali melalui proses partisipatif dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Sumber Daya Alam

  1. pelatihan
  2. Lahan perkebunan dan pekarangan yang subur, belum dikelola secara maksimalAdanya
  3. penambangan pasir yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau material bangunan
  4. Wilayah Desa Cermee sangat baik untuk mengembangkan peternakan seperti sapi, kambing, bebek, dan ternak lain, mengingat banyaknya pakan untuk jenis ternak tersebut, sedangkan bidang usaha ini baru menjadi usaha sampingan.
  5. Banyaknya sisa kotoran ternak sapi dan kambing, memungkinkan untuk dikembangkan usaha pembuatan pupuk organik
  6. Adanya hasil panen padi dan jagung, yang cukup melimpah dari hasil pengelolaan bersama masyarakat
  7. Adanya usaha perikanan air tawar
  8. Adanya usaha meubelir dan perbengkelan

b. Sumber Daya Manusia

  1. Siklus dan ritme kehidupan warga masyarakat yang dari masa ke masa relatif teratur dan terjaga adatnya.
  2. Hubungan yang baik dan kondusif antara kepala desa, pamong desa, dan masyarakat merupakan kondisi yang ideal untuk terjadinya pembangunan desa.
  3. Besarnya penduduk usia produktif disertai etos kerja masyarakat yang tinggi.
  4. Cukup tingginya partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pembangunan desa.
  5. Masih hidupnya tradisi gotong royong dan kerja bakti masyarakat. Inilah salah satu bentuk partisipasi warga.
  6. Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
  7. Masih adanya swadaya masyarakat (urunan untuk pembangunan).
  8. Kemampuan bertani yang diwariskan secara turun-temurun.
  9. Adanya kader kesehatan yang cukup dari Bidan sampai para kader di posyandu yang ada di setiap dusun
  10. Adanya penduduk yang mampu membuat kerajinan permeubelan kayu.
  11. Adanya kelembagaan, organisasi, dan kelompok-kelompok, pertanian, usaha dan keagamaan desa, memudahkan dalam berkoordinasi setiap kegiatan pembangunan.

Di bawah ini adalah daftar masalah yang secara kualitatif dirasakan oleh masyarakat di masing-masing dusun.

  1. Hasil Musrenbangdes untuk identifikasi masalah Desa Cermee
No Bidang Masalah
1 Pendidikan

1.       Sarana dan prasarana Tempat Sekolah PAUD dan TK di Cermee tidak memadahi

2.       Kurang Sadarnya Warga akan pentingnya Pendidikan

2 Kesehatan

1.    Belum tersedianya Tempat Kesehatan seperti Polindes

2.    Kurangnya kesediaan air bersih, terutama di musim kemarau

3.    Kurang peralatan penyemprotan nyamuk

4.    Tidak tersedianya  MCK  di dusun yang membutuhkan

3 Sarana

1.      Sarana transportasi  jalan  Dusun dan RT yang rusak

2.      Kurangnya air bersih

3.      Belum ada pembuangan air di kanan dan kiri jalan (drainase) secara normalitas

4.      Perlunya rehabilitasi saluran irigasi

5.      Tempat pembuangan sampah tidak ada

4 Sosial  dan Budaya

1.      Kurangnya alat kesenian

2.      Kurangnya pelatihan ketrampilan bagi Pemuda

5 Ekonomi dan usaha masyarakat

1.      Kurangnya bantuan Modal Usaha

2.      Banyak warga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap

3.      Penghasilan pertanian kurang

4.      Banyaknya pengangguran

5.      Penghasilan pertanian lebih rendah daripada harga pupuk dan obat-obatan

6 Pemerintahan 1.      Masyarakat tidak proaktif dalam pemenuhan data kependudukan (KTP,KSK dll)
7 Lingkungan Hidup

1.      Kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih

2.      Pemanfaatan lahan kosong kurang optimal

3.      Budidaya ikan air tawar tidak maksimal